Jumat, 09 Januari 2015

Tahun Baru, Semangat Baru !!



                Engak kerasa ya sekarang udah tahun 2015 aja,, tahun baru, resolusi baru dan ekspetasi yang baru tentunya.
Padahal tahun 2014 serasa belum lama berjalan, eehh….. ternyata sekarang udah ganti tahun lagi ternyata. Sekarang kami akan satu tingkat lebih dekat lagi dengan pintu gerbang masa depan yang sekarang ini masih buram. Yah… aku bilang buram karna kami memang masih belum menapaki dan memasuki masa itu. Sekarang kami sedang sibuk-sibuknya merancang dan mempersiapkan diri kami untuk dapat memasuki era dan masa yang baru yaitu masa menjadi mahasiswa dan bersekolah di universitas yang top tentunya. 

                 Pada awal tahun sehabis liburan yang cukup mengesankan bagiku, tiba saatnya kami untuk kembali bersekolah dan melanjutkan aktivitas serta kegiatan yang memang sudah menjadi rutinitas di sekolah, emm,,, apalagi kalau bukan belajar, buka buku, menulis, mendengarkan guru ceramah dan lain-lain. Namun kami ya harus tetap tabah, karena apa yang mereka berikan baik itu ilmu, makian , cercaan, pasti ada benar nya dan semua itu untuk kebaikan kami juga pastinya. Mungkin memang belum kami rasakan sekarang, tapi pada 2 tahun, 5 tahun bahkan pada tahun-tahun mendatang pasti semua ajaran mereka baik itu dalam bentuk makian, cacian dan bentakkan yang mereka berikan kepada kami ada maksud dan tujuannya. Semua bentakkan dan ajaran mereka tersebut dimaksudkan untuk mendidik kami agar kami bisa menjadi manusia yang berguna, taat aturan dan tentunya lebih betanggung jawab dengan tugas dan kewajiban yang dipercayakan kepada kami.
               Tanggal 5 januari 2015 adalah pertemuan pertama awal tahun yang diawali dengan tegur sapa dan senyum dimana-mana, yah… Namun berbeda hal nya dengan aku, karena hari senin yang seharusnya diawali dengan upacara bendera malah terlewat kan karena aku terlambat datang ke sekolah. Padahal aku sudah bangun pagi dan mempersiapkan topi dan dasi ku dengan baik. Ini semua karena aku harus menunggu adikku yang memang selalu bangun kesiangan dan susah sekali untuk siap-siap ke sekolah. Mau bagaimana lagi, sebagai kaka yang baik aku harus menunggu dia dan mengantarnya ke sekolah terlebih dahulu.
                  Setelah selesai upacara, kami yang terlambat dan tadi dibariskan di belakang pun ikut kembali ke kelas dan mulai belajar. Meskipun masih ada kantuk yang menerpa wajah hampir seluruh siswa dan siswi smada. Sesampai di kelas rasa rindu dengan teman-teman yang telah lama tak berjumpa pun meluap-luap. Mengingat kekonyolan dan kegilaan mereka saja sudah berhasil membuatku senyum-senyum sendiri, konyol memang.  
                  Sesampainya di depan kelas, aku melihat ada Pak Rudy yang merupakan wali kelas kami sudah ada di dalam kelas. Ternyata beliau bilang bahwa hari ini kami belum aktif belajar seperti biasa karena adik kelas dan beberapa guru kami sedang melakukan studytour di Malang. Jadi beliau bilang kalau hari ini kami hanya akan bercerita saja dulu. Banyak yang bapak cerita kan kepada kami, dan membuat awal yang menyenanggkan di minggu ini. Pak Rudy selalu bisa menghangatkan suasana dengan semua pengetahuannya yang luas dan memberikan kami berita terbaru. Apalagi beliau banyak memberikan kami informasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu SNMPTN dan SBMPTN. Beliau menyarankan kepada kami agar kami jangan ragu untuk mendaftar di universitas yang top. Dan kami juga jangan mau hanya mengharapkan SNMPTN yang hanya berdasarkan nilai raport saja, melainkan harus berani ikut tes tertulisnya juga. Beliau juga menesehati kami agar jangan sampai ada terlintas dibenak kami untuk memanipulasi data nilai raport, karena sepandai-pandainya kita memanipulasi data, itu semua pada akhirnya akan segera ketahuan juga. Dan jika hal tersebut sampai ketahuan maka nama baik sekolah dan diri kita sendiri akan terancam. Kemungkinan adik kelas kami nanti tidak akan dapat diterima di universitas mana pun. Oleh karena itu, janganlah sampai ada dari kita yang mau memanipulasi data ya… :D
                 Selain itu, beliau juga bilang ke kami kalau ia memberikan ijin kepada kami untuk mencari informasi dan mendaftar kuliah di luar Pulau Kalimantan sebebas-bebasnya meskipun harus ijin satu bulan, asalkan ada surat ijin yang jelas dan surat dispen yang harus selalu di perbaharui tiap minggunya.
              Selain bercerita mengenai universitas, beliau juga ada bercerita mengenai seorang anak yang memiliki ibu yang begitu baik dan penyayang sedangkan ayah yang begitu kejam. Anak tersebut begitu mencintai dan menyayangi ibunya dan membenci ayahnya. Ia membenci ayah nya karena ayahnya tersebut seringkali memukuli dan memperlakukannya dengan kasar. Pada suatu hari ibu anak tersebut meninggal dunia. Saat di pemakaman anak tersebut tidak sedikit pun mengeluarkan air matanya, aneh memang. Selepas ibunya meninggal, ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang kejam. Ia di didik begitu keras dan ayahnya tidak pernah memujinya sedikitpun meski ia telah berusaha keras. Dan saat ayah nya tersebut meninggal dunia, ia menangisi ayah yang begitu dibencinya sampai hampir tidak bisa berhenti.
              Beliau juga bercerita mengenai jendral yang ingin memusnahkan orang Yahudi…. Namun salah satu jenderalnya ada yang tidak setuju.
               Dari dua hal di atas, membuktikan bahwa bila kita ingin menjadi orang yang lebih baik, kita membutuhkan orang lain sebagai saingan dan musuh kita. Karena dengan adanya saingan maupun orang yang ingin kita lampaui akan membuat kita lebih termotivasi dan berusaha dengan lebih lagi.
Pada saat kelulusan nanti beliau memperingatkan kami agar tidak mencoret-coret baju seragam kami. Karena baju seragam adalah melambangkan harga diri kami dan juga harga diri sekolah. Dengan mencoret-coret baju serangam sama saja mencoret harga diri kami sendiri. Itulah pesan dari Pak Rudy. Setelah kami pikir-pikir apa yang beliau sampaikan memanglah benar. Lebih baik baju yang kami pakai tersebut kami wariskan kepada generasi selanjutnya atau di sumbangkan saja kepada mereka yang membutuhkan. Kita bisa meluapkan rasa kegembiraan kita dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan berguna tanpa harus dengan coret-coret baju kan. Hal tersebut tentunya akan jauh lebih bermakna dan bermanfaatkan bukan.
           Hari itu beliau juga ada membahas mengenai rasa saling menghormati antar agama yang dewasa ini semakin memudar. Banyak orang yang menganggap apabila mengucapkan selamat natal menunjukkan bahwa orang tersebut telah mengakui agama orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang mengucapkan assalamu’alaikum. Padahal bukankah Indonesia itu memang beragam, baik itu suku, bahasa, budaya dan agama nya. dengan kebergaman itu lah kita menjadi semakin kaya dan berbeda dengan bangsa lain. Jadi sudah semestinya kita harus menghargai dan juga menghormati antar agama. Tohhh… Tuhan itu kan cuma satu dan setiap agama tidak ada yang salah… ia kann heheee :D

            Emm ,, kayanya itu aja deh cerita yang bisa aku bagi hari ini…

            Terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca yaaa :D  :D

                                                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar