Engak
kerasa ya sekarang udah tahun 2015 aja,, tahun baru, resolusi baru dan
ekspetasi yang baru tentunya.
Padahal tahun 2014 serasa belum
lama berjalan, eehh….. ternyata sekarang udah ganti tahun lagi ternyata.
Sekarang kami akan satu tingkat lebih dekat lagi dengan pintu gerbang masa
depan yang sekarang ini masih buram. Yah… aku bilang buram karna kami memang
masih belum menapaki dan memasuki masa itu. Sekarang kami sedang sibuk-sibuknya
merancang dan mempersiapkan diri kami untuk dapat memasuki era dan masa yang
baru yaitu masa menjadi mahasiswa dan bersekolah di universitas yang top
tentunya.
Pada awal tahun sehabis liburan
yang cukup mengesankan bagiku, tiba saatnya kami untuk kembali bersekolah dan
melanjutkan aktivitas serta kegiatan yang memang sudah menjadi rutinitas di
sekolah, emm,,, apalagi kalau bukan belajar, buka buku, menulis, mendengarkan
guru ceramah dan lain-lain. Namun kami ya harus tetap tabah, karena apa yang
mereka berikan baik itu ilmu, makian , cercaan, pasti ada benar nya dan semua
itu untuk kebaikan kami juga pastinya. Mungkin memang belum kami rasakan sekarang,
tapi pada 2 tahun, 5 tahun bahkan pada tahun-tahun mendatang pasti semua ajaran
mereka baik itu dalam bentuk makian, cacian dan bentakkan yang mereka berikan
kepada kami ada maksud dan tujuannya. Semua bentakkan dan ajaran mereka
tersebut dimaksudkan untuk mendidik kami agar kami bisa menjadi manusia yang
berguna, taat aturan dan tentunya lebih betanggung jawab dengan tugas dan
kewajiban yang dipercayakan kepada kami.
Tanggal 5 januari 2015 adalah
pertemuan pertama awal tahun yang diawali dengan tegur sapa dan senyum
dimana-mana, yah… Namun berbeda hal nya dengan aku, karena hari senin yang
seharusnya diawali dengan upacara bendera malah terlewat kan karena aku
terlambat datang ke sekolah. Padahal aku sudah bangun pagi dan mempersiapkan
topi dan dasi ku dengan baik. Ini semua karena aku harus menunggu adikku yang
memang selalu bangun kesiangan dan susah sekali untuk siap-siap ke sekolah. Mau
bagaimana lagi, sebagai kaka yang baik aku harus menunggu dia dan mengantarnya
ke sekolah terlebih dahulu.
Setelah selesai upacara, kami
yang terlambat dan tadi dibariskan di belakang pun ikut kembali ke kelas dan
mulai belajar. Meskipun masih ada kantuk yang menerpa wajah hampir seluruh
siswa dan siswi smada. Sesampai di kelas rasa rindu dengan teman-teman yang
telah lama tak berjumpa pun meluap-luap. Mengingat kekonyolan dan kegilaan
mereka saja sudah berhasil membuatku senyum-senyum sendiri, konyol memang.
Sesampainya di depan kelas, aku
melihat ada Pak Rudy yang merupakan wali kelas kami sudah ada di dalam kelas. Ternyata
beliau bilang bahwa hari ini kami belum aktif belajar seperti biasa karena adik
kelas dan beberapa guru kami sedang melakukan studytour di Malang. Jadi beliau
bilang kalau hari ini kami hanya akan bercerita saja dulu. Banyak yang bapak
cerita kan kepada kami, dan membuat awal yang menyenanggkan di minggu ini. Pak Rudy
selalu bisa menghangatkan suasana dengan semua pengetahuannya yang luas dan
memberikan kami berita terbaru. Apalagi beliau banyak memberikan kami informasi
mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru yaitu SNMPTN dan SBMPTN. Beliau
menyarankan kepada kami agar kami jangan ragu untuk mendaftar di universitas
yang top. Dan kami juga jangan mau hanya mengharapkan SNMPTN yang hanya
berdasarkan nilai raport saja, melainkan harus berani ikut tes tertulisnya
juga. Beliau juga menesehati kami agar jangan sampai ada terlintas dibenak kami
untuk memanipulasi data nilai raport, karena sepandai-pandainya kita
memanipulasi data, itu semua pada akhirnya akan segera ketahuan juga. Dan jika
hal tersebut sampai ketahuan maka nama baik sekolah dan diri kita sendiri akan
terancam. Kemungkinan adik kelas kami nanti tidak akan dapat diterima di universitas
mana pun. Oleh karena itu, janganlah sampai ada dari kita yang mau memanipulasi
data ya… :D
Selain itu, beliau juga bilang ke
kami kalau ia memberikan ijin kepada kami untuk mencari informasi dan mendaftar
kuliah di luar Pulau Kalimantan sebebas-bebasnya meskipun harus ijin satu
bulan, asalkan ada surat ijin yang jelas dan surat dispen yang harus selalu di
perbaharui tiap minggunya.
Selain bercerita mengenai
universitas, beliau juga ada bercerita mengenai seorang anak yang memiliki ibu
yang begitu baik dan penyayang sedangkan ayah yang begitu kejam. Anak tersebut
begitu mencintai dan menyayangi ibunya dan membenci ayahnya. Ia membenci ayah
nya karena ayahnya tersebut seringkali memukuli dan memperlakukannya dengan
kasar. Pada suatu hari ibu anak tersebut meninggal dunia. Saat di pemakaman anak
tersebut tidak sedikit pun mengeluarkan air matanya, aneh memang. Selepas
ibunya meninggal, ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang kejam. Ia di
didik begitu keras dan ayahnya tidak pernah memujinya sedikitpun meski ia telah
berusaha keras. Dan saat ayah nya tersebut meninggal dunia, ia menangisi ayah
yang begitu dibencinya sampai hampir tidak bisa berhenti.
Beliau juga bercerita mengenai
jendral yang ingin memusnahkan orang Yahudi…. Namun salah satu jenderalnya ada
yang tidak setuju.
Dari dua hal di atas, membuktikan
bahwa bila kita ingin menjadi orang yang lebih baik, kita membutuhkan orang
lain sebagai saingan dan musuh kita. Karena dengan adanya saingan maupun orang
yang ingin kita lampaui akan membuat kita lebih termotivasi dan berusaha dengan
lebih lagi.
Pada saat kelulusan nanti beliau
memperingatkan kami agar tidak mencoret-coret baju seragam kami. Karena baju
seragam adalah melambangkan harga diri kami dan juga harga diri sekolah. Dengan
mencoret-coret baju serangam sama saja mencoret harga diri kami sendiri. Itulah
pesan dari Pak Rudy. Setelah kami pikir-pikir apa yang beliau sampaikan
memanglah benar. Lebih baik baju yang kami pakai tersebut kami wariskan kepada
generasi selanjutnya atau di sumbangkan saja kepada mereka yang membutuhkan.
Kita bisa meluapkan rasa kegembiraan kita dengan hal-hal yang lebih bermanfaat
dan berguna tanpa harus dengan coret-coret baju kan. Hal tersebut tentunya akan
jauh lebih bermakna dan bermanfaatkan bukan.
Hari itu beliau juga ada membahas
mengenai rasa saling menghormati antar agama yang dewasa ini semakin memudar. Banyak
orang yang menganggap apabila mengucapkan selamat natal menunjukkan bahwa orang
tersebut telah mengakui agama orang lain. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang
mengucapkan assalamu’alaikum. Padahal bukankah Indonesia itu memang beragam,
baik itu suku, bahasa, budaya dan agama nya. dengan kebergaman itu lah kita
menjadi semakin kaya dan berbeda dengan bangsa lain. Jadi sudah semestinya kita
harus menghargai dan juga menghormati antar agama. Tohhh… Tuhan itu kan cuma
satu dan setiap agama tidak ada yang salah… ia kann heheee :D
Emm ,, kayanya itu aja deh cerita
yang bisa aku bagi hari ini…
Terimakasih telah meluangkan
waktu untuk membaca yaaa :D :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar