Dengan
bertambah makmurnya kehidupan manusia membuat kebutuhan akan energi semakin
meningkat. Konsumsi energi listrik di seluruh dunia saat ini diprediksikan akan
meningkat sebesar 70 persen antara tahun 2000 sampai 2030. Sumber energi yang
berasal dari fosil, yang saat ini menyumbang 87,7 persen dari total kebutuhan
energi dunia diperkirakan akan mengalami penurunan disebabkan tidak lagi
ditemukannya sumber cadangan baru. Cadangan sumber energi yang berasal dari
fosil diseluruh dunia diperkirakan hanya sampai 40 tahun untuk minyak bumi, 60
tahun untuk gas alam, dan 200 tahun untuk batu bara. Kondisi keterbatasan
sumber energi di tengah semakin meningkatnya kebutuhan energi dunia dari tahun
ketahun (pertumbuhan konsumsi energi tahun 2004 saja sebesar 4,3 persen), serta
tuntutan untuk melindungi bumi dari pemanasan global dan polusi lingkungan
akibat proses pembakaran dari bahan bakar fosil membuat tuntutan untuk segera
mewujudkan teknologi baru bagi sumber energi yang terbaharukan dan ramah
lingkugan.
Kondisi bumi kita kian lama kian mengenaskan karena
tercemarnya lingkungan dari efek rumah kaca yang menyebabkan
global warming, hujan asam,rusaknya lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis.
Semua jenis polusi itu rata-rata akibat dari penggunaan bahan bakar fosil
seperti minyak bumi, uranium, plutonium, batu bara dan lainnya yang tiada
hentinya. Padahal kita tahu bahwa bahan bakar dari fosil tidak dapat diperbaharui,
tidak seperti bahan bakar non-fosil. Dengan kondisi yang sudah sedemikian
memprihatinkan, gerakan hemat energi sudah merupakan
keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan bakar dan menggunakan
bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga
air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. Dunia pun sudah mulai
merubah tren produksi dan penggunaan bahan bakarnya, dari bahan bakar fosil
beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak
terbatas.
Untuk
memecahkan permasalahan ini, maka energi listrik tenaga surya merupakan salah
satu alternatif jawabannya.
Karena energi merupakan salah satu kebutuhan utama
dalam kehidupan manusia. Peningkatan kebutuhan energi dapat merupakan indikator peningkatan kemakmuran, namun bersamaan
dengan itu juga menimbulkan masalah dalam usaha penyediaannya. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan
lebih diminati karena dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja
: bangunan besar, pabrik, perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa
batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk terhadap lingkungan
dibandingkan bahan bakar lainnya. Di negara-negara industri maju seperti
Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan bantuan subsidi
dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk memasyarakatkan
listrik tenaga surya ini. Pemakaian
energi surya di Indonesia mempunyai prospek yang sangat baik, mengingat bahwa
secara geografis sebagai negara tropis, melintang garis
katulistiwa berpotensi energi surya yang cukup baik. Hal ini terlihat dari
radiasi harian yaitu sebesar 4,5kWh/m
Hampir
semua benda di alam ini dapat menghantarkan listrik, namun baik dan buruknya
dalam menghantar listrik berbeda-beda. Suatu penghantar listrik yang buruk
disebut isolator dan penghantar listrik yang baik disebut konduktor. Sedangkan
semikonduktor adalah bahan yang mempunyai daya hantar diantara daya hantar
isolator dan konduktor. Semikonduktor memiliki sifat-sifat antara lain:
a. Mempunyai
koefisien temperatur yang negatif dengan resistensi tidak seperti logam yang
memiliki resistensi dengan koefisien temperatur positif.
b. Memberikan daya
termolistrik yang tinggi dengan tanda positif atau negatif relatif terhadap
logam bersangkutan.
c. Hubungan
(junction) antara semikonduktor jenis p dengan jenis n menunjukkan sifat-sifat
penyearahan.
d. Peka terhadap
cahaya, membangkitkan baik tegangan foto maupun perubahan resistensi akibat
penyinaran cahaya.
Silikon
(Si) dianggap sebagai salah semikonduktor dasar yang merupakan bahan sangat
bermanfaat untuk pembuatan sel surya. Sel surya pertama kali
berhasil diidentifikasi oleh seorang ahli Fisika berkebangsaan Prancis
Alexandre Edmond Becquerel pada tahun 1839. Atas prestasinya dalam menemukan
fenomena sel surya ini, Becquerel mendapat Nobel fisikia pada tahun 1903
bersama dengan Pierre dan Marrie Currie.
Baru
pada tahun 1883 divais solar sel pertama kali berhasil dibuat oleh Charles
Fritts. Charles Fritts saat itu membuat semikonduktor Selenium yang dilapisi
dengan lapisan emas yang sangat tipis sehingga berhasil membentuk rangkaian
seperti hubungan semikonduktor tipe p dan tipe n. Pada saat itu efisiensi yang
didapat baru sekitar 1 persen. Pada perkembangan berikutnya seorang peneliti
bernama Russel Ohl dikenal sebagai orang pertama yang membuat paten tentang
divais solar sel modern.
Matahari
merupakan sumber energi terbesar bagi bumi. Energi yang diberikan berupa energi
panas dan energi cahaya. Matahari dapat pula diubah menjadi energi listrik baru
kemudian dipakai untuk menjalankan berbagai peralatan sehari-hari.
Energi
cahaya ini dapat langsung kita nikmati. Bumi menjadi terang benderang sehingga
kita tidak perlu menyalakan lampu pada siang hari. Tumbuhan hijau juga
memanfaatkan energi cahaya untuk membuat makanannya.
Energi
cahaya matahari dapat juga diubah dulu menjadi listrik. Cahaya matahari diubah
menjadi listrik oleh alat yang disebut sel surya. Sel surya dibuat dari
lembaran silikon tipis. Bagian atas lembaran itu dibuat dari silikon yang
sedikit berbeda dengan bagian bawah lembaran. Saat cahaya matahari jatuh
mengenainya, terjadi arus listrik yang mengalir lewat kawat yang menghubungkan
bagian atas dengan bagian bawah. Saat ini sel surya mulai dicoba untuk
menggerakkan mobil dan pesawat terbang bertenaga matahari.
Energi
panas matahari dapat dimanfaatkan langsung, misalnya sebagai pemanas air di
rumah. Energi panas ditangkap oleh alat yang umumnya dipasang di atap rumah.
Alat ini disebut panel surya. Bagian atas panel surya dilapisi dengan kaca
(gelas). Di bawah lapisan gelas terdapat lapisan tembaga hitam. Lapisan tembaga
ini menyerap panas dengan sangat baik. Di bawah lapisan tembaga terdapat pipa
yang berisi cairan. Cairan yang menjadi panas ini akan memanaskan air dalam
tangki air.
Ø Sumber energi dari bahan bakar fosil
memiliki keuntungan sebagai berikut :
1. Tidak
dibutuhkan biaya terlalu besar untuk mendapatkannya. Bahkan dibeberapa bagian
bumi, batu bara dapat diperoleh hanya dengan mengeruk batuan di permukaan bumi.
2. Penggunaan
bahan bakar fosil lebih mudah. Misalnya, bensin tinggal dituang ke tangki
bensin untuk menggerakkan motor dan mobil. Minyak tanah dapat langsung
digunakan untuk menyalakan lampu.
Ø Sementara kerugian penggunaan bahan
bakar fosil antara lain sebagai berikut :
1. Lama
kelamaan bahan bakar fosil akan habis jika digunakan terus-menerus.
2. Bahan
bakar fosil dapat mencemari lingkungan karena adanya gas racun sisa pembakaran,
misalnya karbon monoksida. Gas-gas buangan ini mencemari lingkungan.
1. Dapat
terus digunakan karena tidak akan habis. Matahari, air, angin, dan panas bumi
terus memberikan energinya sepanjang masa.
2. Energi
yang dihasilkan oleh sumber energi aternatif sangat besar.
3. Energi
alternatif tidak mencemari lingkungan karena tidak menghasilkan zat-zat buangan
ke lingkungan.
1. Dibutuhkan
biaya yang besar untuk dapat memanfaatkan energi alternatif.
2.
Dibutuhkan teknologi tinggi untuk
mengubah energi alternatif menjadi bentuk energi yang dapat digunakan.
3.
Tersedianya energi alternatif
dipengaruhi oleh musim.
Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol"
karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel
surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik".
Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi
Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang
berlawanan.
Jumlah penggunaan panel surya di porsi pemroduksian
listrik dunia sangat kecil, tertahan oleh biaya tinggi per wattnya dibandingkan
dengan bahan bakar fosil - dapat lebih
tinggi sepuluh kali lipat, tergantung keadaan. Mereka telah menjadi rutin dalam
beberapa aplikasi yang terbatas seperti, menjalankan "buoy" atau alat
di gurun dan area terpencil lainnya, dan dalam eksperimen lainnya mereka telah
digunakan untuk memberikan tenaga untuk mobil balap dalam kontes seperti Tantangan surya dunia di Australia.
Sekarang ini biaya panel listrik surya membuatnya tidak
praktis untuk penggunaan sehari-hari di mana tenaga listrik "kabel"
telah tersedia. Bila biaya energi naik dalam jangka tertentu, atau bila
penerobosan produksi terjadi yang mengurangi ongkos produksi panel surya, ini sepertinya
tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Panel
surya merupakan sel-sel fotovoltaik yang saling berhubungan dalam suatu panel.
Panel surya merupakan bagian dari sistem fotovoltaik yang digunakan untuk
menghasilkan listrik dengan memanfaatkan cahaya matahari. Listrik yang
dihasilkan dengan menggunakan panel surya sangat ramah lingkungan karena tidak
ada bahan bakar fosil yang dibakar dalam proses ini, yang memancarkan karbon
dioksida dan polutan lainnya. Penggunaan energi surya di rumah juga dapat
mengurangi tagihan listrik secara substansial.
Panel
surya dapat diinstal di atas atap, di atas bangunan, di tanah, dan berdiri
sendiri menggunakan tiang. Tapi, di daerah pemukiman yang keterbatasan ruang
menjadi kendala besar, atap rumah umumnya lebih disukai. Banyak hal yang harus
dilakukan ketika menginstal panel surya agar menjadikannya efektif untuk menghasilkan
listrik sepanjang tahun. Panel surya dapat diinstal pada berbagai jenis atap.
Lebih baik lagi bila diinstal ketika rumah sedang dibangun atau ketika atap sedang
diperbaiki. Menginstal panel surya saat pemasangan atap bisa menghindari
kebocoran atap yang mungkin bisa terjadi.
Energi matahari
menjadi pilihan energi terbarukan yang menarik bagi banyak pemilik rumah di
seluruh dunia. Keunggulan-keunggulan penggunaan panel surya pada atap rumah
yaitu :
1.
Panel surya ramah lingkungan dan
tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim seperti pada kasus
penggunaan bahan bakar fosil karena panel surya tidak memancarkan gas rumah
kaca yang berbahaya seperti karbon dioksida.
2.
Panel surya memanfaatkan energi
matahari dan matahari adalah bentuk energi paling berlimpah yang tersedia di
planet kita.
3.
Panel surya mudah dipasang dan
memiliki biaya pemeliharaan yang sangat rendah karena tidak ada bagian yang
bergerak.
4.
Panel surya tidak memberikan
kontribusi terhadap polusi suara dan bekerja dengan sangat diam.
5.
Banyak negara di seluruh dunia
menawarkan insentif yang menguntungkan bagi pemilik rumah yang menggunakan
panel surya.
6.
Harga panel surya terus turun
meskipun mereka masih harus bersaing dengan bahan bakar fosil.
7.
Tidak diharuskan membeli semua panel
surya yang diperlukan dalam waktu yang sama, tetapi dapat dibeli secara
bertahap yang berarti Anda tidak perlu melakukan investasi besar secara instan.
8.
Panel surya tidak kehilangan banyak
efisiensi dalam masa pakai mereka yang mencapai 20+ tahun.
9.
Masa pakainya yang panjang, mecapai
25-30 tahun, menggaransi penggunanya akan menghemat biaya energi dalam jangka
panjang pula.
Namun
untuk memanfaatkan energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik, saya
sendiri masih belum menggunakan panel surya pada atap rumah saya. Hal ini
dikarenakan ketidaktahuan saya dan keluarga dimana membeli panel surya dan
bagaimana cara memasang serta menggunaan panel surya. Peran pemerintah dalam
mensosialisasikan dan menyampaikan kelebihan dan kekurangan
dari penggunaan panel surya pun
masih sangat kurang. Selain itu, saya belum pernah melihat ada rumah di Kota Palangka
Raya yang sudah menggunakan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Yang
ada hanya lampu-lampu penerangan jalan dan lampu lalu lintas saja yang menggunakan
panel surya tersebut. Kelemahan atau kekurangan dari penggunaan panel surya pun
masih ada yang lain, diantaranya yaitu :
1. Panel
surya masih relatif mahal, bahkan meskipun setelah banyak mengalami penurunan
harga. Harga panel rumah sedang saat ini sekitar $ 12000-18000. Panel dan
instalasinya memiliki biaya awal yang tinggi.
2. Panel
surya masih perlu meningkatkan efisiensi secara signifikan karena banyak sinar
matahari terbuang sia-sia dan berubah menjadi panas. Rata-rata panel surya saat
ini mencapai efisiensi kurang dari 20%.
3. Jika
tidak terpasang dengan baik dapat terjadi over-heating pada panel
surya.
4. Panel
surya terbuat dari beberapa bahan yang tidak ramah lingkungan.
5. Daur
ulang panel surya yang tak terpakai lagi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
jika tidak dilakukan dengan hati-hati karena silikon, selenium, kadmium, dan
sulfur heksafluorida (merupakan gas rumah kaca), kesemuanya dapat ditemukan di
panel surya dan bisa menjadi sumber pencemaran selama proses daur ulang.
6.
Variabilitas Iklim. Meskipun panel
surya dapat digunakan di berbagai iklim, namun jumlah waktu munculnya matahari akan
menentukan jumlah panel yang Anda perlukan dan watt yang dihasilkan.
7. Estetika.
Penggunaan panel surya mau tidak mau mengambil sedikit ruang atap rumah atau
bangunan. Hal ini otomatis sedikit mengganggu keindahan arsitekturnya.
8. Tidak
24 Jam. Panel surya hanya akan berfungsi ketika matahari bersinar. Pada malam
hari Anda akan harus bergantung pada energi yang tersimpan atau dari sumber
lain.
Untuk wilayah tertentu dengan kondisi kelistrikan yang belum
terpenuhi secara maksimal atau belum memiliki jaringan listrik sama sekali,
maka listrik tenaga surya akan menjadi pilihan, karena sistem listrik tenaga
surya tidak memerlukan bahan bakar pada saat pengoperasian, sehingga lebih
murah bila dibandingkan dengan biaya pembelian dan transportasi pembelian BBM.
Terlepas
dari semua keunggulan dan kelemahannya diatas, pengunaan energi matahari dengan
menggunakan sel surya sebagai usaha untuk mengganti atau mengatasi
masalah kebutuhan energi pada masa kini dan datang adalah suatu langkah
yang tepat. Untuk pelaksanaan yang ide penggunaannya pada listrik rumah
tangga masih banyak tahap aplikatif yang harus dikembangkan, hal ini
masih tampak dengan masih jarangnya penggunaan sistem ini dalam masyarakat
kita. Untuk itu perkembangan teknologi ini dalam pemanfaatan dan
pengolahannya terus dikembangkan dan merupakan suatu tantangan yang harus kita
hadapi.